Wadah plastik memang praktis dan murah, tapi ada beberapa kekurangan yang perlu Mama ketahui sebelum menyimpan MPASI atau bekal si kecil. Mulai dari risiko kesehatan hingga dampak lingkungan, berikut poin-poin pentingnya.

1. Risiko BPA dan Mikroplastik

Beberapa wadah plastik masih mengandung BPA, zat kimia yang bisa larut ke makanan, terutama saat terkena panas. Selain itu, mikroplastik juga bisa masuk ke tubuh si kecil melalui makanan atau minuman. Penelitian menunjukkan paparan mikroplastik dapat memicu peradangan dan gangguan hormon. Untuk mengurangi risiko, ganti wadah yang sudah retak atau mengelupas, dan hindari memanaskan makanan dalam plastik.

2. Mengubah Rasa dan Aroma Makanan

Plastik dapat menyerap aroma dan rasa makanan, terutama yang berlemak atau beraroma kuat seperti kari atau bawang. Akibatnya, rasa asli MPASI bisa berkurang dan wadah bekas dipakai pun bisa mempengaruhi rasa makanan lain. Cuci segera setelah dipakai dan pisahkan wadah untuk makanan yang aromanya berbeda.

3. Mudah Meleleh saat Kena Panas

Setiap plastik punya batas suhu. Jika terkena panas berlebih, wadah bisa melunak dan melepaskan zat kimia berbahaya ke makanan. Selalu periksa label microwave-safe dan jauhkan dari sumber panas langsung.

4. Sulit Didaur Ulang

Meski berlabel daur ulang, kenyataannya hanya 9% sampah plastik dunia yang benar-benar didaur ulang. Sisanya menumpuk di TPA atau mencemari lingkungan. Pilih wadah yang bisa dipakai berulang kali dalam jangka panjang untuk mengurangi sampah.

5. Menyumbang Emisi Karbon

Produksi plastik menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Pada 2019, produksi plastik global menyumbang sekitar 1,8 miliar ton emisi, setara 3,4% emisi global. Mengurangi pemakaian plastik sekali pakai berarti turut mengurangi jejak karbon keluarga.

Itulah beberapa kekurangan wadah plastik yang perlu Mama waspadai. Mulailah beralih ke wadah kaca, stainless steel, atau silikon food-grade yang lebih aman untuk si kecil dan lingkungan.

Reporter: Sania Putri